Mobil Jarang Dipakai Bukan Berarti Bebas Masalah, Ini yang Harus Dicek

Banyak orang menganggap mobil yang jarang digunakan pasti memiliki kondisi lebih baik dibandingkan mobil yang setiap hari dipakai. Anggapan tersebut tidak selalu benar. Mobil yang lebih sering terparkir dalam waktu lama tetap dapat mengalami berbagai masalah, bahkan pada komponen tertentu risikonya bisa lebih besar.

Pasalnya, kendaraan terdiri dari banyak komponen yang tetap mengalami perubahan meskipun mobil tidak digunakan. Karet dapat menua, cairan bisa mengalami penurunan kualitas, aki dapat kehilangan daya, sementara ban dapat mengalami perubahan kondisi akibat terlalu lama berada dalam posisi yang sama.

Karena itu, membeli atau menggunakan mobil dengan kilometer rendah sebaiknya tidak hanya melihat angka pada odometer. Riwayat perawatan dan kondisi aktual kendaraan jauh lebih penting.

  1. Periksa Kondisi Aki

Aki menjadi salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian pada mobil yang jarang digunakan.

Ketika mobil lama tidak dinyalakan, aki tetap mengalami proses pelepasan daya secara perlahan. Sistem elektronik kendaraan juga dapat tetap menggunakan sejumlah kecil energi ketika mesin mati.

Jika terlalu lama dibiarkan, aki dapat menjadi lemah dan akhirnya tidak mampu menghidupkan mesin.

Sebelum membeli mobil yang lama tersimpan, periksa kondisi aki dan sistem pengisian. Jika diperlukan, lakukan pengujian tegangan serta kemampuan aki menahan beban.

  1. Jangan Lupakan Ban

Ban tidak hanya aus karena jarak tempuh. Usia dan kondisi penyimpanan juga penting.

Mobil yang terlalu lama diam dapat mengalami perubahan bentuk pada area ban yang terus menempel pada permukaan. Selain itu, karet ban tetap mengalami proses penuaan meskipun mobil jarang berjalan.

Periksa retakan pada dinding ban, kondisi telapak, keausan yang tidak merata, serta usia ban. Jangan hanya melihat ketebalan alur ban.

Tekanan angin juga harus disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.

  1. Cek Semua Cairan

Mobil yang jarang digunakan tetap membutuhkan pemeriksaan cairan.

Periksa antara lain:

Oli mesin

Cairan pendingin atau coolant

Minyak rem

Oli transmisi sesuai jenis kendaraan

Cairan power steering pada mobil yang masih menggunakan sistem hidraulis

Cairan washer

Kondisi cairan dan kemungkinan kebocoran perlu diperhatikan. Jangan menganggap cairan masih bagus hanya karena mobil memiliki kilometer rendah.

Untuk oli mesin, penggantian juga tidak semata-mata berdasarkan jarak tempuh. Jadwal servis pabrikan umumnya mempertimbangkan waktu dan jarak tempuh, sehingga mobil yang jarang dipakai tetap perlu menjalani perawatan berkala.

  1. Periksa Sistem Rem

Sistem pengereman merupakan bagian penting yang tidak boleh dilewatkan.

Mobil yang lama terparkir dapat mengalami munculnya karat permukaan pada cakram rem. Dalam kondisi tertentu, komponen rem juga bisa mengalami masalah akibat usia atau lingkungan penyimpanan.

Periksa kondisi cakram, kampas rem, kaliper, selang rem, serta minyak rem. Setelah kendaraan mulai digunakan kembali, perhatikan apakah muncul suara tidak normal, getaran ketika mengerem, atau pedal rem terasa berbeda.

  1. Perhatikan Kondisi Karet dan Selang

Komponen berbahan karet dapat mengalami penuaan karena usia dan lingkungan, bukan hanya karena pemakaian.

Selang, seal, wiper, karet pintu, serta berbagai komponen karet lainnya sebaiknya diperiksa secara visual. Cari tanda seperti retak, getas, mengeras, atau kebocoran.

Hal ini menjadi semakin penting pada mobil yang sudah berusia beberapa tahun meskipun kilometernya masih rendah.

  1. Cek Ruang Mesin dan Kemungkinan Kebocoran

Buka kap mesin dan lihat apakah terdapat bekas rembesan oli atau cairan lain.

Perhatikan juga kondisi kabel dan selang. Mobil yang lama disimpan, terutama di area tertentu, perlu diperiksa kemungkinan adanya gangguan dari hewan seperti tikus. Kabel yang rusak atau tergigit dapat menyebabkan masalah kelistrikan dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Jika ditemukan bekas gigitan, kotoran, atau sarang, lakukan pemeriksaan lebih menyeluruh.

  1. Pastikan Kilometer Masuk Akal

Kilometer rendah memang menarik, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya indikator kondisi mobil.

Misalnya, mobil yang berusia beberapa tahun tetapi memiliki angka odometer sangat rendah perlu diperiksa riwayatnya. Cocokkan angka odometer dengan catatan servis, kondisi interior, ban, pedal, setir, jok, dan komponen lain yang dapat menunjukkan pola penggunaan kendaraan.

Semakin lengkap dokumentasi servis, semakin mudah calon pembeli menilai apakah angka kilometer tersebut masuk akal.

  1. Periksa Riwayat Servis

Ini salah satu hal paling penting ketika membeli mobil bekas.

Mobil dengan kilometer rendah tetap seharusnya mendapatkan perawatan berdasarkan interval waktu yang ditentukan pabrikan. Karena itu, tanyakan kapan terakhir mobil melakukan servis dan apa saja yang sudah dikerjakan.

Jika tersedia, periksa buku servis, invoice, atau catatan perawatan lainnya.

Mobil dengan kilometer rendah tetapi tidak pernah mendapatkan perawatan sesuai jadwal belum tentu lebih baik daripada mobil dengan kilometer lebih tinggi yang dirawat secara rutin.

  1. Lakukan Test Drive

Setelah pemeriksaan visual, jangan langsung mengambil keputusan.

Lakukan test drive untuk merasakan kondisi kendaraan. Perhatikan respons mesin, perpindahan transmisi, sistem kemudi, pengereman, suspensi, serta muncul atau tidaknya suara aneh.

Untuk mobil yang lama tidak digunakan, test drive juga dapat membantu menemukan masalah yang tidak terlihat ketika kendaraan hanya diparkir.

Jika kurang memahami kondisi mekanis mobil, membawa inspektor kendaraan atau mekanik independen dapat menjadi langkah yang bijak sebelum transaksi.

Kilometer Rendah Bukan Jaminan Mobil Bebas Masalah

Mobil yang jarang digunakan memang bisa menjadi pilihan menarik, tetapi kilometer rendah bukan jaminan bahwa seluruh komponen berada dalam kondisi prima.

Yang lebih penting adalah kombinasi antara usia kendaraan, pola penggunaan, kondisi penyimpanan, riwayat servis, dan hasil pemeriksaan aktual.

Jadi, ketika menemukan mobil dengan klaim “jarang dipakai”, “mobil simpanan”, atau “KM rendah”, jangan hanya terpaku pada angka odometer. Periksa aki, ban, cairan, rem, komponen karet, ruang mesin, kelistrikan, serta riwayat perawatan.

Dengan pemeriksaan menyeluruh, calon pembeli dapat mengurangi risiko mendapatkan mobil yang terlihat seperti baru dari luar, tetapi ternyata membutuhkan biaya perbaikan setelah dibawa pulang.

Bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top