Wuling menampilkan foto resmi Starlight M di China sebagai MPV plug-in hybrid terbaru yang menyasar segmen keluarga premium.
Wuling kembali menarik perhatian pasar otomotif China setelah merilis foto resmi Wuling Starlight M, sebuah MPV premium berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang diposisikan untuk bersaing dengan Denza D9 dan GWM Wey G9. Model terbaru ini melanjutkan keluarga Starlight yang sebelumnya hadir dalam bentuk sedan, SUV, dan MPV 730, sekaligus mempertegas strategi elektrifikasi SAIC-GM-Wuling di segmen kendaraan keluarga.
Desain premium dengan aura MPV mewah
Dari foto resmi yang beredar di China, Wuling Starlight M tampil jauh lebih modern dibanding MPV Wuling sebelumnya. Bagian depan mengusung lampu LED tipis yang menyatu dengan grille berdesain elegan, sementara bodinya terlihat lebih panjang dengan garis samping yang tegas.
Beberapa elemen desain yang menonjol meliputi:
- Lampu LED depan berdesain futuristis.
- Pintu geser elektrik di kedua sisi.
- Velg berukuran besar dengan desain premium.
- Lampu belakang LED full-width.
- Siluet MPV mewah yang mengingatkan pada Denza D9.
Pendekatan desain ini menunjukkan bahwa Wuling ingin mengangkat citra Starlight M ke kelas yang lebih tinggi dibanding MPV keluarga konvensional.
Dimensi besar untuk kenyamanan keluarga
Meski spesifikasi lengkap Starlight M belum diumumkan seluruhnya, model ini diperkirakan mengusung dimensi yang mendekati Wuling Starlight 730, yaitu sekitar:
| Spesifikasi | Perkiraan |
|---|---|
| Panjang | ±4.910 mm |
| Lebar | 1.850 mm |
| Tinggi | 1.770 mm |
| Wheelbase | 2.910 mm |
Ukuran tersebut menempatkannya di segmen MPV menengah-besar dengan kabin lega untuk enam hingga tujuh penumpang.
Mengusung teknologi PHEV
Salah satu daya tarik utama Starlight M adalah penggunaan sistem Plug-in Hybrid (PHEV). Teknologi ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik sehingga mobil dapat melaju menggunakan tenaga listrik dalam jarak tertentu sebelum mesin bensin membantu ketika dibutuhkan.
Berdasarkan platform keluarga Starlight, sistem PHEV diperkirakan menggunakan:
- Mesin bensin 1.5 liter.
- Motor listrik terintegrasi.
- Transmisi multi-mode DHT.
- Baterai LFP.
- Mode berkendara EV dan hybrid.
Konfigurasi tersebut dirancang untuk memberikan efisiensi bahan bakar sekaligus pengalaman berkendara yang lebih halus.
Siap berhadapan dengan Denza D9 dan Wey G9
Kehadiran Starlight M membuat persaingan MPV premium elektrifikasi di China semakin menarik.
| Model | Teknologi |
|---|---|
| Wuling Starlight M | PHEV |
| Denza D9 | EV/PHEV |
| GWM Wey G9 | HEV/PHEV |
Denza D9 lebih dahulu dikenal sebagai MPV premium dari BYD yang menawarkan kabin mewah dan teknologi lengkap, sementara GWM Wey G9 hadir dengan sistem Hi4 dalam pilihan HEV maupun PHEV. Wuling berupaya menawarkan alternatif dengan pendekatan yang lebih terjangkau tanpa meninggalkan fitur elektrifikasi.
Berpeluang masuk Indonesia?
Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai peluncuran Starlight M di Indonesia. Namun peluangnya tetap terbuka mengingat Wuling telah memiliki basis produksi di Cikarang dan sebelumnya membawa lini MPV Starlight ke berbagai pasar, termasuk Asia Tenggara.
Kesimpulan
Wuling Starlight M menjadi langkah baru Wuling di segmen MPV premium elektrifikasi. Dengan desain yang lebih elegan, dimensi besar, pintu geser, dan teknologi PHEV, model ini disiapkan untuk menantang pemain seperti Denza D9 dan GWM Wey G9 di pasar China. Jika nantinya hadir di Indonesia, Starlight M berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan MPV keluarga modern dengan teknologi hybrid plug-in.
