Mobil listrik (EV) semakin populer di Indonesia karena biaya operasional yang lebih hemat dan minim emisi. Namun, ada satu pertanyaan yang sering muncul: benarkah ban mobil listrik lebih cepat aus dibanding mobil bensin? Jawabannya, ya, tetapi tidak selalu. Kecepatan keausan ban bergantung pada beberapa faktor, bukan semata-mata karena mobil tersebut menggunakan listrik.
Kenapa ban mobil listrik lebih cepat aus?
1. Bobot mobil lebih berat
Baterai merupakan komponen paling berat pada mobil listrik. Akibatnya, bobot kendaraan bisa lebih besar sekitar 200–500 kg dibanding mobil bensin dengan ukuran serupa. Beban tambahan ini membuat tekanan pada ban meningkat sehingga keausan bisa terjadi lebih cepat.
2. Torsi instan
Motor listrik menghasilkan torsi maksimal sejak putaran awal. Saat pengemudi sering berakselerasi cepat, gesekan antara ban dan aspal menjadi lebih besar sehingga tapak ban lebih cepat terkikis.
3. Sistem regenerative braking
Regenerative braking membantu mengurangi penggunaan rem konvensional, tetapi perubahan distribusi gaya pada roda tetap dapat memengaruhi pola keausan ban jika kendaraan sering digunakan dalam mode pengereman regeneratif yang kuat.
Apakah semua mobil listrik mengalami hal yang sama?
Tidak. Banyak produsen kini menggunakan ban khusus EV yang dirancang untuk menahan beban lebih tinggi, mengurangi hambatan gulir (rolling resistance), dan meredam suara jalan. Dengan ban yang tepat serta perawatan rutin, umur ban mobil listrik bisa mendekati mobil konvensional.
Cara agar ban mobil listrik lebih awet
Beberapa langkah sederhana dapat membantu memperpanjang usia ban:
- Periksa tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan.
- Lakukan rotasi ban setiap 8.000–10.000 km atau sesuai buku servis.
- Hindari akselerasi mendadak terlalu sering.
- Pastikan spooring dan balancing dilakukan secara berkala.
- Gunakan ban dengan spesifikasi yang direkomendasikan untuk mobil listrik.
Berapa umur ban mobil listrik?
Rata-rata ban mobil listrik dapat bertahan sekitar 30.000–50.000 km, tergantung jenis ban, gaya berkendara, kondisi jalan, dan perawatan. Pada penggunaan yang halus dan perawatan yang baik, beberapa ban bahkan bisa mencapai jarak tempuh yang lebih tinggi.
Kesimpulan
Anggapan bahwa ban mobil listrik lebih cepat aus memang memiliki dasar teknis, terutama karena bobot kendaraan yang lebih berat dan torsi instan dari motor listrik. Namun, keausan tersebut bukan berarti ekstrem atau pasti terjadi pada semua EV. Dengan ban yang sesuai dan perawatan yang benar, usia ban tetap bisa optimal sehingga biaya kepemilikan mobil listrik tetap kompetitif dalam jangka panjang.
