Efisiensi daya menjadi salah satu faktor paling penting saat memilih mobil listrik. Kapasitas baterai yang besar memang menjanjikan jarak tempuh lebih jauh, tetapi belum tentu menjadi yang paling hemat energi. Sebaliknya, mobil dengan baterai lebih kecil bisa saja mencatat konsumsi listrik yang jauh lebih irit.
Berdasarkan hasil pengujian penggunaan nyata (real-world) yang dilakukan pada tiga mobil listrik terlaris di Indonesia—Jaecoo J5 EV, Geely EX2, dan BYD Atto 1—terlihat bahwa masing-masing memiliki karakter berbeda dalam memanfaatkan energi listrik.
Perbandingan Efisiensi Daya
| Model | Baterai | Efisiensi | Estimasi Jarak* |
|---|---|---|---|
| Jaecoo J5 EV | 60,9 kWh | 8,3 km/kWh | 505,5 km |
| Geely EX2 | 40,8 kWh | 10,7 km/kWh | 436,6 km |
| BYD Atto 1 Premium | 38,88 kWh | 8,5 km/kWh | 330,5 km |
| BYD Atto 1 Dynamic | 30,08 kWh | 8,5 km/kWh | 255,7 km |
*Estimasi matematis berdasarkan hasil konsumsi energi, bukan pengujian baterai 100% hingga habis.
Jaecoo J5 EV: Jarak Tempuh Terjauh
Jaecoo J5 EV mengusung baterai LFP berkapasitas 60,9 kWh. Dalam pengujian sekitar 60 km pada rute kombinasi, layar MID mencatat efisiensi 8,3 km/kWh.
Secara perhitungan, angka tersebut menghasilkan estimasi jarak tempuh sekitar 505,5 km. Meski bukan yang paling irit dalam penggunaan energi, baterai yang besar membuat SUV ini menjadi yang paling unggul dalam potensi daya jelajah.
Selain itu, J5 EV mendukung pengisian cepat DC hingga sekitar 130 kW, sehingga pengisian 10–80 persen dapat berlangsung sekitar 28 menit pada kondisi ideal.
Geely EX2: Juara Efisiensi Energi
Jika hanya melihat konsumsi listrik, Geely EX2 menjadi yang paling hemat.
Mobil ini mencatat efisiensi 10,7 km/kWh, tertinggi di antara ketiga model yang dibandingkan. Dengan baterai 40,8 kWh, estimasi jarak tempuhnya mencapai sekitar 436,6 km.
Artinya, setiap satu kWh listrik mampu membawa EX2 melaju lebih jauh dibanding dua rivalnya. Hal ini membuat biaya operasional per kilometer menjadi sangat kompetitif, terutama untuk penggunaan harian di perkotaan.
BYD Atto 1: Seimbang untuk Kota
BYD Atto 1 menawarkan dua pilihan kapasitas baterai:
- Dynamic: 30,08 kWh
- Premium: 38,88 kWh
Dalam pengujian, mobil ini mencatat efisiensi sekitar 8,5 km/kWh.
Hasilnya:
- Dynamic: sekitar 255,7 km
- Premium: sekitar 330,5 km
Angka tersebut cukup menarik untuk penggunaan dalam kota, terutama karena ukuran mobil yang kompak membantu menjaga konsumsi energi tetap efisien.
Mengapa Angkanya Berbeda?
Beberapa faktor yang memengaruhi efisiensi daya antara lain:
- Bobot kendaraan
- Aerodinamika bodi
- Ukuran ban
- Penggunaan AC
- Kondisi lalu lintas
- Gaya berkendara
Karena itu, hasil konsumsi listrik di dunia nyata sering berbeda dari klaim pabrikan yang menggunakan standar seperti CLTC, NEDC, atau WLTP.
Simulasi Biaya Listrik
Dengan asumsi tarif listrik rumah tangga sekitar Rp1.700/kWh, biaya energi per 100 km kira-kira menjadi:
| Model | Perkiraan Biaya/100 km |
|---|---|
| Geely EX2 | ± Rp15.900 |
| BYD Atto 1 | ± Rp20.000 |
| Jaecoo J5 EV | ± Rp20.500 |
Perhitungan tersebut merupakan estimasi berdasarkan hasil konsumsi energi pengujian.
Kesimpulan
Perbandingan ini menunjukkan bahwa efisiensi daya tidak selalu berbanding lurus dengan jarak tempuh.
- Geely EX2 menjadi yang paling hemat listrik berkat efisiensi 10,7 km/kWh.
- Jaecoo J5 EV menawarkan daya jelajah paling jauh karena membawa baterai 60,9 kWh.
- BYD Atto 1 hadir sebagai pilihan seimbang dengan konsumsi energi yang tetap efisien untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.
Bagi calon pembeli, melihat angka km/kWh, kapasitas baterai, dan biaya operasional sekaligus akan memberikan gambaran yang lebih realistis dibanding hanya mengandalkan klaim jarak tempuh pabrikan.
