
Mobil listrik dikenal memiliki efisiensi tinggi dan biaya operasional yang relatif hemat. Namun, ada satu hal yang terkadang membuat pemiliknya bertanya-tanya: mengapa persentase baterai tetap berkurang meskipun mobil tidak digunakan dan hanya terparkir di rumah?
Kondisi ini sering disebut sebagai battery drain atau konsumsi daya saat kendaraan dalam kondisi diam. Bahkan, mobil yang sudah dimatikan dan dikunci tetap bisa menggunakan sedikit energi untuk menjalankan sejumlah sistem elektronik.
Lantas, apa sebenarnya penyebab baterai mobil listrik berkurang saat parkir lama? Apakah kondisi ini normal atau justru menjadi tanda adanya masalah?
1.Sistem Elektronik Mobil Tetap Membutuhkan Listrik
Meskipun mobil listrik sudah dimatikan, bukan berarti seluruh sistem kelistrikannya benar-benar berhenti bekerja.
Ada beberapa komponen yang tetap membutuhkan suplai energi, seperti Battery Management System (BMS), sistem alarm, perangkat keamanan, serta sistem pemantauan kendaraan.
BMS sendiri bertugas memantau kondisi baterai, termasuk tegangan, temperatur, dan tingkat pengisian daya atau State of Charge (SOC).
Selain itu, beberapa mobil listrik memiliki fitur konektivitas yang memungkinkan pemilik memantau kondisi kendaraan melalui aplikasi smartphone.
Seluruh aktivitas tersebut membutuhkan energi, meskipun jumlahnya relatif kecil.
2.Baterai Mengalami Self-Discharge
Penyebab berikutnya adalah fenomena yang disebut self-discharge.
Secara sederhana, self-discharge merupakan proses berkurangnya energi baterai secara alami meskipun tidak sedang digunakan.
Fenomena ini juga terjadi pada baterai lithium-ion yang digunakan mobil listrik.
Besarnya penurunan daya dipengaruhi beberapa faktor, seperti:
Jenis dan karakteristik kimia baterai.
Usia serta kondisi kesehatan baterai.
Temperatur lingkungan.
Kondisi penyimpanan baterai.
Karena itu, penurunan persentase baterai dalam jumlah kecil saat kendaraan diparkir lama belum tentu menunjukkan adanya kerusakan.
3.Suhu Lingkungan Terlalu Panas
Cuaca panas juga bisa memengaruhi konsumsi energi mobil listrik ketika sedang terparkir.
Baterai lithium-ion memiliki rentang temperatur kerja tertentu. Untuk menjaga kondisinya, sejumlah mobil listrik dilengkapi sistem pengaturan temperatur baterai atau Battery Thermal Management System.
Ketika temperatur baterai terlalu tinggi, sistem dapat mengaktifkan pendinginan untuk menjaga suhu tetap dalam batas yang ditentukan pabrikan.
Proses tersebut membutuhkan energi dari baterai kendaraan.
Hal serupa juga bisa terjadi ketika mobil berada di lingkungan yang sangat dingin karena beberapa kendaraan membutuhkan pemanasan baterai.
4.Fitur Keamanan dan Konektivitas Terus Aktif
Mobil listrik modern biasanya dilengkapi berbagai fitur pintar yang tetap bisa bekerja ketika kendaraan sedang diparkir.
Contohnya adalah:
Sentry Mode atau fitur pemantauan lingkungan sekitar.
Kamera pengawas ketika parkir.
Sistem pelacakan kendaraan.
Konektivitas internet.
Pembaruan perangkat lunak.
Pemantauan kendaraan melalui aplikasi.
Fitur-fitur tersebut memang memberikan keamanan dan kemudahan bagi pemilik.
Namun, jika terus aktif, konsumsi energinya bisa membuat persentase baterai berkurang lebih cepat dibandingkan kendaraan yang seluruh fitur tambahannya dinonaktifkan.
5.Baterai 12 Volt Juga Bisa Menjadi Penyebab
Tidak banyak yang mengetahui bahwa mobil listrik juga menggunakan baterai tambahan bertegangan rendah, umumnya 12 volt.
Baterai ini berfungsi menyuplai berbagai komponen kelistrikan, seperti sistem kontrol, perangkat elektronik, dan sistem pengunci kendaraan.
Pada sejumlah model, baterai utama bertegangan tinggi dapat mengisi ulang baterai 12 volt ketika kapasitasnya menurun.
Proses pengisian tersebut tentu membutuhkan energi dari baterai utama.
Itulah sebabnya, persentase baterai utama terkadang ikut berkurang meskipun mobil tidak digunakan.
Bagaimana Cara Mencegah Baterai Cepat Berkurang Saat Parkir Lama?
Agar konsumsi daya ketika parkir tidak berlebihan, pemilik mobil listrik bisa melakukan beberapa langkah berikut.
- Matikan fitur yang tidak diperlukan
Nonaktifkan fitur pemantauan kamera atau mode keamanan yang terus aktif apabila memang tidak dibutuhkan.
- Pilih lokasi parkir yang teduh
Usahakan memarkir kendaraan di garasi atau tempat yang tidak terkena paparan sinar matahari langsung.
- Perhatikan persentase baterai
Jangan membiarkan baterai terlalu rendah ketika kendaraan akan ditinggalkan dalam waktu lama.
- Periksa kondisi baterai 12 volt
Baterai tambahan yang sudah melemah bisa menimbulkan berbagai masalah kelistrikan. Lakukan pemeriksaan apabila muncul gejala tidak normal.
- Ikuti rekomendasi pabrikan
Setiap mobil listrik memiliki karakteristik baterai dan prosedur penyimpanan berbeda. Periksa buku manual untuk mengetahui tingkat pengisian daya yang disarankan ketika kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama.
Kapan Penurunan Baterai Harus Dikhawatirkan?
Penurunan daya dalam jumlah kecil ketika mobil listrik diparkir merupakan hal yang bisa terjadi secara normal.
Namun, pemilik perlu waspada apabila persentase baterai turun sangat cepat, bahkan ketika kendaraan baru ditinggalkan dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan fitur yang terus aktif, aksesori tambahan seperti dashcam, masalah baterai 12 volt, atau gangguan pada sistem kelistrikan.
Jika penurunan daya terjadi secara tidak wajar, sebaiknya lakukan pemeriksaan di bengkel resmi.
Kesimpulan
Baterai mobil listrik yang berkurang ketika parkir lama bukan selalu pertanda baterai rusak.
Konsumsi listrik dari sistem elektronik, proses self-discharge, pengaturan temperatur, hingga fitur keamanan bisa menjadi penyebabnya.
Hal terpenting adalah memahami karakteristik kendaraan dan mengikuti petunjuk perawatan dari pabrikan. Dengan begitu, baterai tetap terjaga meskipun mobil listrik lebih sering terparkir daripada digunakan.
