
JAKARTA – Persaingan SUV listrik semakin menarik dengan hadirnya berbagai model yang menawarkan teknologi modern, performa menjanjikan, dan efisiensi energi. Dua model yang menarik untuk dibandingkan adalah BYD Atto 2 dan MG ZS EV.
Keduanya menawarkan konsep SUV listrik kompak untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Namun, masing-masing memiliki keunggulan berbeda, mulai dari teknologi baterai, tenaga motor listrik, dimensi kendaraan, hingga fitur yang mendukung kenyamanan berkendara.
BYD Atto 2 hadir dengan teknologi Blade Battery khas BYD, sedangkan MG ZS EV menawarkan motor listrik bertenaga 177 PS dan jarak tempuh hingga 403 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Lantas, mana yang lebih menarik untuk dipilih? Berikut perbandingan spesifikasi kedua SUV listrik tersebut.
Desain dan Dimensi, Sama-sama SUV Kompak
BYD Atto 2 mengusung desain SUV modern dengan tampilan eksterior yang cenderung membulat dan futuristis. Proporsi bodinya dirancang untuk penggunaan perkotaan, sementara jarak sumbu roda yang cukup panjang mendukung pemanfaatan ruang kabin.
Mengacu pada spesifikasi Atto 2 untuk pasar internasional, mobil ini memiliki panjang 4.310 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.675 mm, serta wheelbase 2.620 mm. Kapasitas bagasinya mencapai 380 liter dan dapat diperluas hingga 1.320 liter dengan melipat kursi belakang, berdasarkan spesifikasi pada brosur yang dirujuk.
Sementara itu, MG ZS EV memiliki panjang 4.323 mm, lebar 1.809 mm, tinggi 1.649 mm, dan wheelbase 2.585 mm.
Dari sisi ukuran, MG ZS EV sedikit lebih panjang, sedangkan BYD Atto 2 lebih lebar dan tinggi. Atto 2 juga mempunyai jarak sumbu roda lebih panjang, yang berpotensi mendukung ruang kabin lebih lega.
Meski demikian, kenyamanan ruang kaki dan kepala tetap perlu dinilai secara langsung karena dipengaruhi desain jok, bentuk atap, dan tata letak interior.
Untuk penggunaan di jalan perkotaan, keduanya menawarkan dimensi yang relatif kompak dibandingkan SUV berukuran menengah.
Performa Motor Listrik, MG ZS EV Lebih Bertenaga
Dari sisi performa, MG ZS EV memiliki motor listrik dengan tenaga maksimum 130 kW atau sekitar 177 PS dan torsi 280 Nm.
Tenaga tersebut memberikan respons akselerasi khas kendaraan listrik, terutama ketika berakselerasi dari kecepatan rendah. MG juga membekali ZS EV dengan sistem pemulihan energi pengereman atau Kinetic Energy Recovery System (KERS) yang memiliki tiga tingkat pengaturan.
Sementara itu, spesifikasi BYD Atto 2 berbeda menurut varian dan pasar.
Brosur internasional Atto 2 mencantumkan tenaga maksimum 100 kW atau sekitar 136 PS dengan torsi 290 Nm. Namun, sejumlah varian yang dipasarkan di negara lain menawarkan konfigurasi motor dan baterai berbeda.
Karena itu, angka tenaga dan torsi Atto 2 harus disesuaikan dengan varian yang benar-benar tersedia di Indonesia.
Jika menggunakan konfigurasi 100 kW tersebut, MG ZS EV unggul dalam tenaga maksimum, sedangkan BYD Atto 2 memiliki torsi puncak sedikit lebih besar.
Perbedaan ini tidak otomatis menentukan mobil mana yang lebih cepat. Akselerasi aktual juga dipengaruhi bobot kendaraan, karakter motor listrik, sistem penggerak, dan pengaturan perangkat lunak.
Baterai dan Jarak Tempuh, Mana yang Lebih Unggul?
Kapasitas baterai dan jarak tempuh menjadi faktor penting ketika memilih SUV listrik.
BYD Atto 2 menggunakan Blade Battery berbasis lithium iron phosphate (LFP). Pada salah satu konfigurasi internasionalnya, baterai berkapasitas 51,13 kWh dipadukan dengan motor listrik 100 kW.
Berdasarkan brosur BYD, konfigurasi tersebut memiliki jarak tempuh hingga 345 km berdasarkan standar WLTP. Angka ini merupakan spesifikasi pasar internasional dan tidak boleh langsung dianggap sebagai jarak tempuh seluruh varian Atto 2.
Di sisi lain, MG ZS EV yang dipasarkan di Indonesia memiliki baterai berkapasitas 50,3 kWh dengan jarak tempuh maksimum 403 km berdasarkan standar NEDC.
Angka tersebut tercantum dalam spesifikasi resmi MG Motor Indonesia.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan: WLTP dan NEDC merupakan metode pengujian berbeda. Hasil NEDC umumnya lebih optimistis dibandingkan WLTP, sehingga angka 403 km pada MG ZS EV tidak bisa dibandingkan langsung dengan angka 345 km pada BYD Atto 2 seolah-olah keduanya menggunakan standar identik.
Jarak tempuh dalam pemakaian nyata juga dipengaruhi kecepatan, kondisi jalan, penggunaan AC, jumlah penumpang, suhu lingkungan, dan gaya mengemudi.
Kesimpulannya, MG ZS EV memiliki angka jarak tempuh resmi 403 km berdasarkan NEDC, sedangkan keunggulan jarak tempuh BYD Atto 2 perlu dibandingkan menggunakan varian dan standar pengujian yang sama.
Teknologi Pengisian Daya
Kemampuan pengisian daya turut menentukan kepraktisan kendaraan listrik.
BYD Atto 2 versi internasional mendukung pengisian AC dan DC. Namun, kemampuan pengisian maksimum dan waktu pengisian dapat berbeda menurut kapasitas baterai dan varian.
Sementara itu, MG ZS EV juga dilengkapi sistem pengisian daya yang mendukung kebutuhan penggunaan harian.
Dalam praktiknya, waktu pengisian tidak hanya bergantung pada kemampuan kendaraan. Daya stasiun pengisian, kondisi baterai, suhu, dan tingkat pengisian awal juga memengaruhi lamanya proses.
Bagi pengguna yang lebih sering mengisi daya di rumah, kemampuan pengisian AC dan ketersediaan instalasi listrik yang sesuai menjadi pertimbangan penting.
Sebaliknya, pengemudi yang kerap melakukan perjalanan jauh sebaiknya memperhatikan kemampuan pengisian DC, persebaran SPKLU, dan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai pada rentang persentase tertentu.
Sebelum membeli, calon konsumen sebaiknya memeriksa spesifikasi pengisian daya untuk unit yang dijual resmi di Indonesia.
Fitur dan Kenyamanan Kabin
Dari sisi teknologi, BYD Atto 2 menawarkan pendekatan interior modern dengan sistem infotainment layar sentuh dan tata letak kabin yang dirancang untuk penggunaan sehari-hari.
Namun, ukuran layar, fitur konektivitas, sistem bantuan pengemudi, serta kelengkapan keselamatan perlu diperiksa berdasarkan varian dan spesifikasi negara tujuan.
MG ZS EV memiliki sejumlah fitur yang tercantum pada spesifikasi resmi Indonesia, antara lain:
- Layar instrumen digital 7 inci.
- Pengaturan kursi pengemudi elektrik enam arah.
- Jok berbahan kulit sintetis.
- Panoramic sunroof elektrik.
- Sistem pendingin udara otomatis.
- Filter udara PM2.5.
- Pengisian daya nirkabel untuk smartphone.
- Fitur Vehicle to Load (V2L).
Ketersediaan fitur tersebut mengikuti spesifikasi MG ZS EV yang dipasarkan di Indonesia.
Fitur V2L memungkinkan kendaraan memasok listrik ke perangkat eksternal yang kompatibel. Fungsi ini dapat berguna untuk sejumlah kebutuhan di luar kendaraan, tetapi kemampuan dan perangkat yang diperlukan harus mengikuti ketentuan pabrikan.
Dari segi kenyamanan, MG ZS EV menawarkan kombinasi fitur yang cukup lengkap. BYD Atto 2 juga menarik berkat pendekatan teknologi modern dan pemanfaatan ruang kabin.
Untuk menentukan mana yang lebih nyaman, calon pembeli sebaiknya mencoba langsung posisi duduk, visibilitas, ruang kaki penumpang belakang, serta kemudahan mengoperasikan sistem infotainment.
Adu Harga, Mana yang Lebih Menarik?
Harga merupakan salah satu faktor yang paling menentukan dalam persaingan SUV listrik.
Berdasarkan informasi pada situs resmi MG Motor Indonesia, MG ZS EV Magnify tercantum dengan harga Rp417.500.000 berstatus on-the-road (OTR) Jakarta. Harga tersebut dapat berubah mengikuti kebijakan yang berlaku.
Sementara itu, harga resmi BYD Atto 2 untuk pasar Indonesia belum dapat dipastikan dari sumber resmi yang dirujuk dalam perbandingan ini. Informasi harga dari negara lain tidak bisa langsung dijadikan patokan untuk pasar domestik karena pajak, biaya distribusi, spesifikasi, dan kebijakan harga berbeda.
Karena itu, perbandingan harga yang benar-benar setara baru dapat dilakukan setelah harga resmi Atto 2 di Indonesia diumumkan.
Selain harga beli, calon konsumen perlu mempertimbangkan biaya asuransi, pemasangan pengisi daya di rumah, garansi baterai, biaya servis, serta nilai jual kembali.
Mobil dengan harga awal lebih rendah belum tentu memiliki total biaya kepemilikan paling murah. Perhitungan sebaiknya disesuaikan dengan jarak tempuh tahunan dan pola penggunaan kendaraan.
Tabel Perbandingan BYD Atto 2 vs MG ZS EV

Catatan: Data BYD Atto 2 mengacu pada konfigurasi internasional yang tercantum dalam brosur, sedangkan data MG ZS EV mengacu pada spesifikasi resmi Indonesia. Perbedaan pasar dan standar pengujian membuat tabel ini menjadi gambaran awal, bukan perbandingan seluruh varian dengan kondisi yang sepenuhnya setara.
Kesimpulan: BYD Atto 2 atau MG ZS EV?
BYD Atto 2 dan MG ZS EV memiliki keunggulan masing-masing sebagai SUV listrik untuk penggunaan harian.
BYD Atto 2 menarik bagi konsumen yang mengutamakan desain modern, teknologi Blade Battery, dan dimensi yang mendukung mobilitas perkotaan. Jarak sumbu roda yang lebih panjang juga menjadi salah satu aspek menarik untuk diperhatikan ketika mengevaluasi ruang kabinnya.
Sementara itu, MG ZS EV menawarkan tenaga 177 PS, torsi 280 Nm, serta jarak tempuh resmi hingga 403 km berdasarkan standar NEDC. Dengan harga yang tercantum Rp417,5 juta OTR Jakarta, model ini memiliki acuan harga domestik yang lebih jelas untuk calon pembeli.
Namun, belum tepat untuk menyatakan salah satunya sebagai pemenang mutlak. Harga resmi BYD Atto 2 di Indonesia, spesifikasi varian lokal, dan perbandingan jarak tempuh dengan standar pengujian yang sama menjadi faktor penting sebelum menentukan pilihan.
Jika mengutamakan SUV listrik dengan harga resmi yang sudah tercantum dan tenaga motor yang lebih besar pada spesifikasi Indonesia, MG ZS EV layak dipertimbangkan. Jika tertarik pada teknologi baterai BYD dan desain SUV kompak modern, Atto 2 layak masuk daftar pantauan sambil menunggu kepastian spesifikasi serta harga resminya di Indonesia.Saran judul alternatif.
