Daftar Mobil PHEV Terlaris September 2026, BYD dan Chery Bersaing Ketat

Pasar otomotif Indonesia semakin diramaikan oleh kehadiran mobil elektrifikasi. Salah satu segmen yang mulai menarik perhatian konsumen adalah Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), yaitu mobil yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik serta baterai yang dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal.

Pada September 2026, segmen PHEV menghadapi tantangan setelah mencatatkan penurunan distribusi dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, persaingan antarmerek tetap menarik untuk dicermati, terutama dengan semakin banyaknya model dari pabrikan asal China yang menawarkan teknologi elektrifikasi.

Penjualan PHEV September 2026 Mengalami Penurunan

Berdasarkan data distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer atau wholesales yang dilaporkan media otomotif, pengiriman mobil PHEV di Indonesia pada September 2026 mencapai sekitar 1.279 unit. Angka tersebut turun dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sekitar 1.935 unit.

Penurunan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan segmen PHEV tidak selalu berlangsung secara konsisten setiap bulan.

Namun, jika dilihat dari periode Januari hingga September 2026, pasar PHEV masih menunjukkan perkembangan positif. Total distribusinya mencapai sekitar 10.264 unit, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan plug-in hybrid mulai mendapatkan tempat di pasar otomotif nasional, meskipun volumenya masih lebih kecil dibandingkan mobil hybrid konvensional dan mobil listrik berbasis baterai.

BYD M6 DM dan Chery Tiggo Menjadi Model yang Patut Diperhatikan

Sebelum data penjualan September per model tersedia secara lengkap, catatan distribusi Januari hingga Agustus 2026 dapat menjadi gambaran mengenai persaingan di segmen ini.

Berikut model-model yang mencatatkan distribusi tertinggi selama periode tersebut.

1.BYD M6 DM

BYD M6 DM menjadi salah satu model yang menonjol di pasar PHEV Indonesia. Hingga Agustus 2026, distribusi kumulatifnya mencapai 4.423 unit.

Pencapaian tersebut menempatkannya di posisi teratas dalam daftar penjualan kumulatif Januari–Agustus berdasarkan data yang dipublikasikan media otomotif.

Daya tarik mobil ini terletak pada kombinasi teknologi elektrifikasi dan kepraktisan kendaraan keluarga. Konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara dengan tenaga listrik sekaligus mempertahankan fleksibilitas mesin pembakaran internal dapat mempertimbangkan kendaraan berteknologi PHEV.

2.Chery Tiggo 8 CSH

Chery Tiggo 8 CSH menjadi salah satu pesaing kuat di segmen PHEV.

Hingga Agustus 2026, distribusi kumulatif model ini mencapai 1.999 unit. Sementara itu, pada Agustus saja, pengirimannya ke dealer tercatat sebanyak 319 unit.

Kendaraan ini menarik perhatian melalui perpaduan karakter SUV, ruang kabin untuk kebutuhan keluarga, serta teknologi plug-in hybrid.

Bagi konsumen yang menginginkan kendaraan keluarga dengan teknologi elektrifikasi, model ini menjadi salah satu pilihan yang patut diperhitungkan.

3.Chery Tiggo 9 CSH

Masih dari keluarga Chery, Tiggo 9 CSH menempati posisi berikutnya dalam daftar distribusi kumulatif Januari–Agustus 2026.

Model ini mencatatkan distribusi sebanyak 497 unit selama periode tersebut. Pada Agustus 2026, pengirimannya mencapai 74 unit.

Kehadirannya memperlihatkan bahwa pabrikan otomotif China semakin aktif menawarkan pilihan SUV elektrifikasi di berbagai segmen pasar.

4.Wuling Eksion PHEV

Wuling juga turut meramaikan persaingan melalui Eksion PHEV.

Hingga Agustus 2026, distribusi kumulatif model ini tercatat sebanyak 359 unit.

Kehadiran kendaraan PHEV dari Wuling menambah alternatif bagi konsumen yang ingin mempertimbangkan mobil elektrifikasi selain produk dari BYD dan Chery.

5.Geely Starray EM-i

Geely Starray EM-i juga masuk dalam daftar model PHEV dengan distribusi kumulatif tertinggi hingga Agustus 2026.

Total pengirimannya ke dealer mencapai 334 unit.

Model ini menjadi bagian dari persaingan SUV elektrifikasi yang semakin ramai di Indonesia. Persaingan tersebut tidak hanya berkaitan dengan harga, tetapi juga teknologi baterai, efisiensi bahan bakar, fitur keselamatan, dan kenyamanan berkendara.

Daftar Mobil PHEV dengan Distribusi Tertinggi Januari–Agustus 2026

Sebagai gambaran persaingan sebelum memasuki September, berikut daftar model berdasarkan distribusi kumulatif yang dipublikasikan media otomotif:

  1. BYD M6 DM: 4.423 unit
  2. Chery Tiggo 8 CSH: 1.999 unit
  3. Chery Tiggo 9 CSH: 497 unit
  4. Wuling Eksion PHEV: 359 unit
  5. Geely Starray EM-i: 334 unit
  6. Wuling Darion PHEV: 315 unit
  7. Jetour T1 i-DM: 305 unit
  8. Jaecoo J7 SHS: 253 unit
  9. Jaecoo J8 SHS: 198 unit
  10. DFSK E5 Plus: 84 unit

Penting: Daftar tersebut merupakan data kumulatif Januari–Agustus 2026, bukan peringkat penjualan khusus September. Angka penjualan setiap model pada September harus diverifikasi melalui data bulanan Gaikindo sebelum dijadikan peringkat final.

Mengapa Mobil PHEV Mulai Dilirik Konsumen?

Ada beberapa alasan mengapa mobil PHEV semakin menarik perhatian konsumen Indonesia.

Pertama, teknologi ini menawarkan fleksibilitas penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin. Dalam kondisi tertentu, mobil dapat berjalan menggunakan tenaga listrik, sementara mesin bensin memberikan pilihan tambahan untuk perjalanan yang lebih jauh.

Kedua, baterainya dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal. Fitur ini membedakan PHEV dari mobil hybrid konvensional yang umumnya mengandalkan mesin dan sistem pengereman regeneratif untuk mengisi baterai.

Ketiga, pilihan model semakin beragam. Konsumen kini dapat menemukan kendaraan PHEV dalam bentuk SUV maupun kendaraan keluarga, dengan pilihan fitur dan harga yang berbeda-beda.

Meski demikian, efisiensi aktual tetap bergantung pada kebiasaan berkendara, frekuensi pengisian baterai, kondisi perjalanan, dan karakteristik masing-masing kendaraan.

Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli Mobil PHEV?

Sebelum membeli mobil PHEV, konsumen sebaiknya memperhatikan beberapa hal.

Ketersediaan fasilitas pengisian daya menjadi salah satu pertimbangan utama. Pengguna yang memiliki akses pengisian daya di rumah berpotensi memaksimalkan penggunaan tenaga listrik.

Selain itu, konsumen perlu membandingkan harga kendaraan, garansi baterai, biaya perawatan, ketersediaan suku cadang, serta jaringan bengkel resmi.

Jangan lupa memperhitungkan kebutuhan perjalanan sehari-hari. Jika sebagian besar perjalanan dilakukan dalam jarak yang relatif pendek dan baterai rutin diisi, teknologi PHEV dapat memberikan manfaat lebih besar.

Sebaliknya, apabila pengisian baterai jarang dilakukan, konsumsi bahan bakarnya belum tentu sehemat yang diharapkan.

Kesimpulan

Pasar mobil PHEV Indonesia menunjukkan perkembangan yang menarik sepanjang 2026. BYD M6 DM, Chery Tiggo 8 CSH, dan sejumlah model dari Wuling, Geely, serta merek lainnya menjadi bagian penting dalam persaingan kendaraan elektrifikasi.

Walaupun distribusi PHEV pada September 2026 mengalami penurunan dibandingkan Agustus, perkembangan kumulatif sepanjang sembilan bulan pertama menunjukkan bahwa segmen ini masih memiliki peluang pertumbuhan.

Untuk mengetahui model yang benar-benar menjadi mobil PHEV terlaris pada September 2026, diperlukan data distribusi per model khusus bulan tersebut. Dengan demikian, peringkat penjualan dapat disajikan secara akurat dan tidak tercampur dengan data kumulatif.Catatan untuk publikasi: Data total segmen PHEV September 2026 diberitakan mencapai sekitar 1.279 unit, sedangkan daftar per model di atas menggunakan data kumulatif Januari–Agustus. Informasi tersebut perlu dibedakan agar artikel tidak memberikan peringkat September yang belum terverifikasi.

Bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top